Langsung ke konten utama

Desa Keris Aeng Tong-tong Pemenang Kategori Daya Tarik Wisata Budaya


bingkailiputan.blogspot.com - Sejak lima tahun terakhir Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur semakin menunjukkan kekayaan objek wisata dan warisan budaya para leluhurnya. Dunia pariwisata diramaikan dengan munculnya objek-objek wisata baru yang ada di kabupaten itu, dari munculnya pantai-pantai dan bukit-bukit wisata baru, hingga dikukuhkannya Sumenep sebagai Kota Keris serta Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi sebagai Desa Keris.

Geliat pariwisata di Kabupaten Sumenep, mampu menarik perhatian tidak hanya wisatawan lokal namun juga mancanegara, bahkan mampu mencuri perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penghargaan pada Desa Wisata Keris Aeng Tong Tong Kabupaten Sumenep yang menjadi salah satu dari tiga pemenang kategori daya tarik wisata budaya pada Malam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018 yang telah digelar, Selasa (23/10) malam, di Mercure Hotel Surabaya.


Piagam penghargaan diterima oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi diberikan oleh Heru Tjahjono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. “Prestasi yang diraih Desa Aeng Tong-tong tentu membanggakan bagi pelaku wisata di Kabupaten Sumenep, jadi saya sampaikan terima kasih atas peran serta masyarakat Sumenep yang telah menciptakan objek wisata sebagai pendukung Program Tahun Kunjungan Wisata Sumenep.” kata wakil bupati itu sebagaimana dilansir Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumenep. (Win)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cebbing Kota Keris Raih Dua Penghargaan di Ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019

Bingkai Liputan - Puteri Muslimah Indonesia adalah kontes pencarian bakat untuk wanita Muslimah di seluruh Indonesia. Senin (29/4/2019) malam puncak yang digelar oleh Indosiar menjadi malam yang dinanti masyarakat di seluruh pelosok negeri, salah satu dari 20 finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 berasal dari kota Keris Sumenep, Madura, Jawa Timur. Erra Fazhira puteri sulung dari pasangan Letda Cba Heri Rachmad Efendi dengan ibu Qonita inilah satu finalis asal Sumenep yang berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019 yang disiarkan langsung dari studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat. Berbekal kemampuan bakat, ilmu agama dan pengetahuan, serta kegigihannya membawa cebbing Sumenep 2016 ini menjadi salah satu finalis yang lolos menuju babak 5 besar, pada babak inilah ia berhasil dinobatkan sebagai finalis terfavorit Puteri Muslimah Indonesia 2019. Perjuangan tak berhenti di situ saja, melalui persaingan yang ketat muslimah cantik ini b...

PELAJAR BERDAGANG SMA Muhammadiyah 9 Surabaya

bingkailiputan.blogspot.com -  “Terwujudnya  SMA Muhammadiyah 9 Surabaya  sebagai lembaga Islam yang berbasis Entrepreneur dengan aplikasi Multimedia, Bilingual, dan Character Building” merupakan visi dari sekolah ini, "membekali siswa dengan ilmu wirausaha adalah salah satu dari upaya mencetak calon-calon pengusaha di Indonesia", kata Ahmad Erwin Siswanto selaku kepala urusan kesiswaan. Minggu, (21/10/2018) tujuh kelompok siswa Entrepreneur Club SMA Muhammadiyah 9 Surabaya pukul 06:00 WIB tepat dijadwalkan untuk berangkat menuju Taman Bungkul Jl. Darmo, Wonokromo, Surabaya. Di tempat itu siswa diwajibkan membawa produk untuk dijual dan belajar menghadapi konsumen di setiap keadaan. Tidak ada hari Minggu yang terganggu, justru mereka berpikir yang biasanya hanya bermalas-malasan kini berubah menjadi Minggu Produktif, dengan berlatih berdagang dalam lingkungan sosial yang sangat luas hingga mereka paham bagaimana cara menghadapi dengan baik para komsume...

Ritual Sakral di Desa Keris

bingkailiputan.blogspot.com - Ritual penjamasan keris leluhur  Aeng Tongtong , dan  pusaka Keraton Sumenep  berlangsung sakral. Penyucian benda pusaka tersebut, digelar di kompleks pemakaman Bujuk Agung, Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi,  Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur. Prosesi pembersihan keris dan pusaka yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim-Ahmad Fauzi itu, dilakukan secara tertutup. Setelah penjamasan selesai, pusaka tersebut diarak menuju pemakaman Bujuk Duwek diiringi kesenian tradisional. "Ada 9 keris leluhur Aeng Tong-tong, dan 2 pusaka Keraton Sumenep yang dijamas," terang Ketua Panitia Penjamasan, Wawan Novianto, Minggu (16/9/2018). Menurutnya, bukan sembarangan air yang digunakan untuk mencuci benda-benda keramat tersebut. Namun, dibutuhkan air yang bersumber dari sumur khusus dalam proses penjamasan. Salah satunya, sumber mata air yang berlokasi di Keraton Sumenep. "Air yang digunakan berasal dari t...