Langsung ke konten utama

Peran Perempuan Milenial

bingkailiputan.blogspot.com - Senin (11/2/2019) suasana tampak berbeda pada apel pagi di halaman SMA Muhammadiyah 9 Surabaya,  semua petugas dari pembawa acara hingga pemimpin apel adalah perempuan. Berbeda dari apel sebelumnya yang selalu dipimpin laki-laki, ternyata salah satu siswi dari kelas XI MIPA juga menunjukkan kemampuannya menjadi pemimpin dan apel berjalan dengan lancar hingga selesai.

"Hal ini sebagai salah satu bukti bahwa perempuan tidak termarjinalkan, perempuan dahulu yang lingkupnya hanya dapur, sumur, dan kasur tapi saat ini keberadaannya patut untuk dipertimbangkan", kata Dra. Hj. Shohifah, M.Pd.I selaku pembina apel pagi.

Dalam amanat apel pagi, ucapan selamat juga disampaikan oleh ustadzah Shohifah kepada pemimpin apel Sinta Ferdiana yang telah terpilih untuk mengemban amanah menjadi Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 9 Surabaya periode 2018-2019.

Juga disampaikan bahwa, "dalam penggalan lirik lagu Mars IPM adalah sebagai ikrar kita bersama yakni terampil, berilmu, berakhlaq mulia, pelopor dan pelangsung, penyempurna amanah, dipertegas dengan janji pelajar point terakhir siap menjadi kader muhammadiyah dan bangsa. Maka dari itu jadilah kader yang bermartabat dan mampu menjaga keutuhan NKRI", tegas ustadzah yang juga sebagai wakil kepala SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

"Berbuat baik hakikatnya adalah berbuat baik pada dirinya sendiri, karena sesungguhnya semua yang dilakukan akan kembali pada diri sendiri, jadilah orang yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain", pesan guru Al-Islam yang juga menjabat sebagai sekretaris pimpinan daerah 'Aisyiyah kota Surabaya. (win)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cebbing Kota Keris Raih Dua Penghargaan di Ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019

Bingkai Liputan - Puteri Muslimah Indonesia adalah kontes pencarian bakat untuk wanita Muslimah di seluruh Indonesia. Senin (29/4/2019) malam puncak yang digelar oleh Indosiar menjadi malam yang dinanti masyarakat di seluruh pelosok negeri, salah satu dari 20 finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 berasal dari kota Keris Sumenep, Madura, Jawa Timur. Erra Fazhira puteri sulung dari pasangan Letda Cba Heri Rachmad Efendi dengan ibu Qonita inilah satu finalis asal Sumenep yang berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019 yang disiarkan langsung dari studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat. Berbekal kemampuan bakat, ilmu agama dan pengetahuan, serta kegigihannya membawa cebbing Sumenep 2016 ini menjadi salah satu finalis yang lolos menuju babak 5 besar, pada babak inilah ia berhasil dinobatkan sebagai finalis terfavorit Puteri Muslimah Indonesia 2019. Perjuangan tak berhenti di situ saja, melalui persaingan yang ketat muslimah cantik ini b...

PELAJAR BERDAGANG SMA Muhammadiyah 9 Surabaya

bingkailiputan.blogspot.com -  “Terwujudnya  SMA Muhammadiyah 9 Surabaya  sebagai lembaga Islam yang berbasis Entrepreneur dengan aplikasi Multimedia, Bilingual, dan Character Building” merupakan visi dari sekolah ini, "membekali siswa dengan ilmu wirausaha adalah salah satu dari upaya mencetak calon-calon pengusaha di Indonesia", kata Ahmad Erwin Siswanto selaku kepala urusan kesiswaan. Minggu, (21/10/2018) tujuh kelompok siswa Entrepreneur Club SMA Muhammadiyah 9 Surabaya pukul 06:00 WIB tepat dijadwalkan untuk berangkat menuju Taman Bungkul Jl. Darmo, Wonokromo, Surabaya. Di tempat itu siswa diwajibkan membawa produk untuk dijual dan belajar menghadapi konsumen di setiap keadaan. Tidak ada hari Minggu yang terganggu, justru mereka berpikir yang biasanya hanya bermalas-malasan kini berubah menjadi Minggu Produktif, dengan berlatih berdagang dalam lingkungan sosial yang sangat luas hingga mereka paham bagaimana cara menghadapi dengan baik para komsume...

Ritual Sakral di Desa Keris

bingkailiputan.blogspot.com - Ritual penjamasan keris leluhur  Aeng Tongtong , dan  pusaka Keraton Sumenep  berlangsung sakral. Penyucian benda pusaka tersebut, digelar di kompleks pemakaman Bujuk Agung, Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi,  Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur. Prosesi pembersihan keris dan pusaka yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim-Ahmad Fauzi itu, dilakukan secara tertutup. Setelah penjamasan selesai, pusaka tersebut diarak menuju pemakaman Bujuk Duwek diiringi kesenian tradisional. "Ada 9 keris leluhur Aeng Tong-tong, dan 2 pusaka Keraton Sumenep yang dijamas," terang Ketua Panitia Penjamasan, Wawan Novianto, Minggu (16/9/2018). Menurutnya, bukan sembarangan air yang digunakan untuk mencuci benda-benda keramat tersebut. Namun, dibutuhkan air yang bersumber dari sumur khusus dalam proses penjamasan. Salah satunya, sumber mata air yang berlokasi di Keraton Sumenep. "Air yang digunakan berasal dari t...