Langsung ke konten utama

SMA Muhammadiyah 9 Surabaya Mencetak Pelajar Berkemajuan Siap Menghadapi Peradaban Global

bingkailiputan.blogspot.com - Kamis (19/7) hari ke 4 acara Forum Ta'aruf Siswa (FORTASI) SMA Muhammadiyah 9 Surabaya. Acara kali ini dikemas dengan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Di hari pertama pembukaan acara FORTASI, kepala sekolah Mationo, MA. Secara simbolis melepaskan burung merpati dan siswa melepas burung sebanyak 57 ekor. Bukan menjadi hal yang biasa, karena rupanya jumlah tersebut khusus untuk memperingati perayaan milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang ke 57 yang pada Jumat (22/6) kemarin telah melayangkan launching tema "Pelajar Berkarya Nyata, Mencerahkan Peradaban Global” untuk memeriahkan acara milad IPM yang jatuh tepat hari ini tanggal 18 Juli 2018.

Berhubungan dengan tema tersebut, "Kami berharap dengan pelepasan 57 ekor burung ini bisa menjadi simbolis serta harapan agar kedepannya siswa SMA Muhammadiyah 9 Surabaya bisa terbang bebas dengan mengabdikan diri, dan selalu menghasilkan karya yang membanggakan di seluruh lapisan masyarakat luas." Kata Dra. Hj. Shohifah, M.Pd. selaku wakil kepala SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

Beliau juga optimis akan terus berusaha mengembangkan dan menjadikan siswa siswi SMA Muhammadiyah 9 "agar bisa mencerahkan peradaban Global dengan prestasi dan akhlakul karimah" imbuh ustadzah yang juga menjabat sebagai sekretaris PDA Surabaya.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat tujuan FORTASI kali ini, bukan hanya melibatkan IPM saja untuk mensukseskan acara SMA MUSE juga bekerja sama dengan POLSEK dan KORAMIL setempat untuk turut serta mengisi acara dalam FORTASI.

"Orang orang hebat diundang membantu untuk memperkuat mental dan fisik siswa siswi SMA Muhammadiyah 9 Surabaya agar bisa lebih siap dan tangguh menghadapi peradaban Global yang penuh saing kuat" kata Kepala SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

Entrepreneur sebagai basis SMA MUSE lebih dikembangkan dalam FORTASI untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada diri setiap siswa. "Selain entrepreneur juga diperkuat dengan literasi, ekologi, serta penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara sebagai bekal mencetak pelajar berkemajuan yang siap menghadapi peradaban Global", kata Thania ketua Umum PR IPM SMA Muhammadiyah 9 Surabaya. (Rina/Humas)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cebbing Kota Keris Raih Dua Penghargaan di Ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019

Bingkai Liputan - Puteri Muslimah Indonesia adalah kontes pencarian bakat untuk wanita Muslimah di seluruh Indonesia. Senin (29/4/2019) malam puncak yang digelar oleh Indosiar menjadi malam yang dinanti masyarakat di seluruh pelosok negeri, salah satu dari 20 finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 berasal dari kota Keris Sumenep, Madura, Jawa Timur. Erra Fazhira puteri sulung dari pasangan Letda Cba Heri Rachmad Efendi dengan ibu Qonita inilah satu finalis asal Sumenep yang berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Puteri Muslimah Indonesia 2019 yang disiarkan langsung dari studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat. Berbekal kemampuan bakat, ilmu agama dan pengetahuan, serta kegigihannya membawa cebbing Sumenep 2016 ini menjadi salah satu finalis yang lolos menuju babak 5 besar, pada babak inilah ia berhasil dinobatkan sebagai finalis terfavorit Puteri Muslimah Indonesia 2019. Perjuangan tak berhenti di situ saja, melalui persaingan yang ketat muslimah cantik ini b...

PELAJAR BERDAGANG SMA Muhammadiyah 9 Surabaya

bingkailiputan.blogspot.com -  “Terwujudnya  SMA Muhammadiyah 9 Surabaya  sebagai lembaga Islam yang berbasis Entrepreneur dengan aplikasi Multimedia, Bilingual, dan Character Building” merupakan visi dari sekolah ini, "membekali siswa dengan ilmu wirausaha adalah salah satu dari upaya mencetak calon-calon pengusaha di Indonesia", kata Ahmad Erwin Siswanto selaku kepala urusan kesiswaan. Minggu, (21/10/2018) tujuh kelompok siswa Entrepreneur Club SMA Muhammadiyah 9 Surabaya pukul 06:00 WIB tepat dijadwalkan untuk berangkat menuju Taman Bungkul Jl. Darmo, Wonokromo, Surabaya. Di tempat itu siswa diwajibkan membawa produk untuk dijual dan belajar menghadapi konsumen di setiap keadaan. Tidak ada hari Minggu yang terganggu, justru mereka berpikir yang biasanya hanya bermalas-malasan kini berubah menjadi Minggu Produktif, dengan berlatih berdagang dalam lingkungan sosial yang sangat luas hingga mereka paham bagaimana cara menghadapi dengan baik para komsume...

Ritual Sakral di Desa Keris

bingkailiputan.blogspot.com - Ritual penjamasan keris leluhur  Aeng Tongtong , dan  pusaka Keraton Sumenep  berlangsung sakral. Penyucian benda pusaka tersebut, digelar di kompleks pemakaman Bujuk Agung, Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi,  Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur. Prosesi pembersihan keris dan pusaka yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim-Ahmad Fauzi itu, dilakukan secara tertutup. Setelah penjamasan selesai, pusaka tersebut diarak menuju pemakaman Bujuk Duwek diiringi kesenian tradisional. "Ada 9 keris leluhur Aeng Tong-tong, dan 2 pusaka Keraton Sumenep yang dijamas," terang Ketua Panitia Penjamasan, Wawan Novianto, Minggu (16/9/2018). Menurutnya, bukan sembarangan air yang digunakan untuk mencuci benda-benda keramat tersebut. Namun, dibutuhkan air yang bersumber dari sumur khusus dalam proses penjamasan. Salah satunya, sumber mata air yang berlokasi di Keraton Sumenep. "Air yang digunakan berasal dari t...